Kamis, 03 Januari 2013

Makalah Geografi , Perairan Indonesia




KATA PENGANTAR


Assalamu'alaikum Wr.Wb.

Alhamdulillah dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul “PERAIRAN INDONESIA”  Diajukan untuk melengkapi salah satu tugas Mata Pelajaran Geografi. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa di dalam penyusunan makalah ini masih jauh dari sempurna, hal tersebut mengingat sangat terbatasnya pengetahuan yang dimiliki penulis. Untuk itu segala saran dan kritik yang sifatnya membangun akan penulis terima dengan senang hati, sehingga benar-benar dapat memenuhi harapan ilmu pengetahuan pada umumnya dan ilmu hukum pada khususnya.
Pada kesempatan ini penulis menghaturkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada yang terhormat :
1. Ayahanda dan Ibunda tercinta yang membesarkan dan mendidik kami dengan disiplin keagamaan serta kasih sayang dan telah memberikan yang terbaik kepada kami.
2. Bapak Drs. H. Lukman Al Hakim, M.Pd. selaku Kepala MAN Babakan Ciwaringin Cirebon.
3. Bapak Kasim Ali Alimin, S.Pd., selaku Koordinator Program Unggulan Full Day Class.
4. Ibu Dian Maryanti, S.Pd. selaku Pembimbing kami dalam mengerjakan makalah ini..
5. Semua Guru-guru yang telah memberikan ilmu, petunjuk dan bimbingannya selama ini.
6. Staf dan Karyawan MAN Babakan Ciwaringin Cirebon.
7. Rekan-rekan dan semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu yang telah memberikan bantuan baik moril maupun materil sehingga penulis dapat menyelesaikan pembuatan skripsi ini.
Penulis menyadari sebagai manusia tidak luput dari kekurangan dan keterbatasan dalam pembuatan makalah ini, oleh karena itu kritik dan saran akan diterima dengan lapang dada untuk perbaikannya. Akhirnya penulis berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi semua pihak.

Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

Majalengka , Mei 2012
                                                                                               Penulis           





Kelompok  II








DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL   
PRAKATA   
DAFTAR ISI   
BAB I            PENDAHULUAN   
                        1.1        Latar Belakang                                     1.2        Tujuan Pembahasan   
                        1.3        Rumusan Masalah   
                        1.4        Manfaat Penelitian   
BAB II      LANDASAN TEORI
                        2.1        Sejarah Kampung Inggris Pare                                     2.2        Seputar Pare       
BAB III     METODOLOGI   
3.1        Metode yang digunakan   
3.2        Sumber Data   
3.3        Waktu dan Tempat Penelitian   
BAB IV       PENUTUP   
                     4.1     Kesimpulan   
                     4.2     Saran   
DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………...












BAB 1
PENDAHULUAN

1.1.    Latar Belakang

      Indonesia merupakan negara kaya dengan berlimpah potensi sumberdaya yang teramat bernilai. Hampir 75 % dari seluruh wilayah Indonesia merupakan perairan pesisir dan lautan. Indonesia adalah negeri kepulauan, negeri bahari dengan 2,7 juta kilometer persegi zona ekonomi eksklusif (ZEE). Perairan laut Indonesia teramat kaya dan beragam sumberdaya hayati. Kondisi ini menempatkan Indonesia pada peringkat ke-2 yang memiliki terumbu karang terluas di dunia setelah Australia. Indonesia juga merupakan pusat segitiga terumbu karang dunia yang dikenal dengan istilah “The Coral Triangle” yang merupakan kawasan dengan tingkat keanekaragaman hayati yang sangat tinggi dengan lebih dari 70 genera dan 500 spesies. Oleh karena itu kami ingin mengetahui lebih jauh mengenai perairan Indonesia, dengan membuat makalah yang berjudul  “PERAIRAN INDONESIA” .

       
1.2        Tujuan Pembahasan
    1.2.1        Untuk mengetahui lebih jauh tentang Perairan yang ada di indonesia.
    1.2.2        Untuk mengetahui batas-batas perairan  indonesia.

1.3     Rumusan Masalah
            Adapun permasalahan yang kami hadapi, antara lain :
        1.3.1        Apa yang dimaksud dengan perairan  Indonesia.
       1.3.2    Apakah perairan Indonesia  ?

1.4        Manfaat Penelitian
            1.4.1        Untuk mengetahui seberapa banyak kursusan yang ada si kampong inggris pare.
            1.4.2        Untuk mengetahui Macan-macam bahasa yang dipelajari di pare.





BAB II
LANDASAN TEORI

2.1            Wilayah Perairan Indonesia
   
         Indonesia adalah negara kepulauan terbesar dunia. Secara fisik, dia punya panjang garis pantai mencapai 81.000 kilometer dengan jumlah pulau mencapai lebih dari 17.500 pulau. Luas daratan 1,9 juta kilometer persegi, sementara luas perairan 3,1 juta kilometer persegi.
2.2     Batas Wilayah Perairan Indonesia
Batas wilayah laut Indonesia – Luas wilayah laut Indonesia sekitar 7.900.000 km2. Ini berarti luas wilayah laut tersebut lebih dari empat kali luas daratannya. Sesuai dengan Hukum Laut Internasional yang telah disepakati oleh PBB tahun 1982, batas wilayah perairan laut Indonesia dapat dibedakan atas tiga macam, yaitu: batas laut teritorial, batas landas kontinen, dan batas zona ekonomi (ZEE).

Batas Laut Teritorial
Batas laut teritorial adalah garis khayal yang berjarak dua belas mil laut dari garis dasar ke arah laut lepas. Garis dasar adalah garis khayal yang menghubungkan titik-titik dari ujung-ujung pulau. Jarak titik yang satu dengan lainnya tidak boleh lebih dari 200 mil laut. Jika ada dua negara atau lebih menguasai suatu lautan, sedang lebar lautan tersebut kurang dari dua puluh empat mil laut, maka garis batas laut teritorialnya ditarik sama jauh dari garis dasar masing-masing negara tersebut. Laut yang terletak antara garis dasar dengan garis batas teritorial disebut laut teritorial dan laut yang terletak di sebelah dalam garis dasar disebut laut internal.
Sebuah negara mempunyai hak kedaulatan sepenuhnya sampai batas laut teritorial, tetapi mempunyai kewajiban menyediakan alur pelayaran lintas damai baik di atas maupun di bawah permukaan laut. Pengumuman pemerintah tentang wilayah laut teritorial Indonesia dikeluarkan tanggal 13 Desember 1957 yang terkenal dengan Deklarasi Djuanda dan kemudian diperkuat dengan Undang-Undang No.4 Prp.1960.
Batas Landas Kontinen
Landas Kontinen adalah dasar laut yang secara geologis maupun morfologis merupakan lanjutan dari sebuah kontinen dan kedalaman lautnya kurang dari 150 meter. Indonesia terletak pada dua buah landas kontinen, yaitu Landas Kontinen Asia dan Landas Kontinen Australia.
Batas landas kontinen tersebut diukur dari garis dasar, yang paling jauh 200 mil laut. Jika ada dua negara atau lebih menguasai lautan di atas landas kontinen, maka batas negara-negara tersebut ditarik sama jauh dari garis dasar masing-masing negara. Sebagai contoh di Selat Malaka sebelah selatan, batas landas kontinen berimpit dengan batas laut teritorial, karena jarak antara dua negara ditempat itu kurang dari 24 mil laut. Di Selat Malaka sebelah utara, batas landas kontinen antara Thailand, Malaysia, dan Indonesia bertemu di dekat titik dengan koordinat 980 BT dan 60 LU.
 Di dalam garis batas landas kontinen, Indonesia mempunyai kewenangan untuk memanfaatkan sumber daya alam yang ada di dalamnya, dengan kewajiban untuk menyediakan jalur pelayaran lintas damai. Pengumuman tentang batas landas kontinen ini dikeluarkan oleh Pemerintah Indonesia pada tanggal 17 Februari 1969, yang isinya menyetakan bahwa kekayaan alam yang berada di landas kontinen merupakan milik Pemerintah Indonesia.
Batas Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE)
Zona ekonomi eksklusif adalah jalur laut selebar 200 mil laut ke arah laut terbuka di ukur dari garis dasar. Di dalam zona ekonomi eksklusif, Indonesia mendapat kesempatan pertama dalam memanfaatkan sumber daya laut. Di dalam zona ekonomi eksklusif ini kebebasan pelayaran serta pemasangan kabel dan pipa di bawah permukaan laut tetap diakui sesuai dengan prinsip-prinsip hukum laut internasional. Apabila di dalam batas teritorial, batas landas kontinen, dan batas zona eksklusif antara dua negara yang bertetangga saling tumpang tindih, maka ditetapkan garis-garis yang menghubungkan titik-titik yang sama jauhnya dari garis dasar kedua negara itu sebagai batasnya. Pengumuman tentang zona ekonomi eksklusif Indonesia dikeluarkan oleh Pemerintah Indonesia pada tanggal 21 Maret 1980.

Dengan demikian bahwa perbatasan kita yang tersebar di seluruh Indonesia memiliki potensi masing-masing, potensi positif dan potensi negarif. Untuk menjaga kedaulatan negara, maka kita harus memperhatikan dan menjaganya.
Berikut Daftar Pulau Terdepan Indonesia:






2.1.     Pengertian Perairan
            Semua bentuk perairan yang berada di laut maupun di darat.
            Ada 2 macam perairan di Indonesia yaitu perairan darat dan perairan laut.
2.2.    Perairan darat
        Perairan darat adalah semua bentuk air yang berada di darat. Air dapat berupa benda cair, maupun benda padat (es dan salju). Bentuk perairan yang berada di darat meliputi mata air, air yang mengalir di permukaan bergerak ke daerah – daerah yang lebih rendah sungai, danau, rawa, dan lain – lain yang memiliki suatu pola aliran yang dinamakan Daerah Aliran Sungai (DAS).
Contoh perairan darat adalah:
a.    Sungai
    Sungai adalah bagian dari muka bumi yang karena sifatnya menjadi tempat air mengalir. Sifat yang dimaksud adalah bagian permukaan bumi yang paling rendah bila dibandingkan dengan daerah disekitarnya.
b.    Danau
    Danau adalah suatu cekungan (basin) dipermukaan bumi yang digenangi air dalam jumlah yang relatif banyak. Air danau berasal dari banyak sumber, seperti sungai, air tanah, atau hujan. Pengaliran danau dapat terjadi karena penguapan, perembesan kedalam tanah, dan pengaliran air melalui sungai.
c.    Rawa
    Rawa adalah lahan genangan air secara alamiah yang terjadi terus menerus atau musiman akibat drainase alamiah yang terhambat serta mempunyai ciri – ciri khusus secara fisika, kimiawi, atau biologis. Rawa selalu digenangi air karena kekurangan saluran atau letaknya rendah, baik yang bersifat sementara maupun sepanjang tahun, sehingga pelepasan air dari lahan tersebut lambat. Genangan ini disebabkan oleh kondisi pembuangan (drainase) yang buruk. Rawa bisa juga merupakan suatu cekungan yang menampung luapan air disekitarnya.
Dan masih banyak lagi contoh perairan darat di Indonesia
2.3.    Perairan Laut
    Laut adalah sekumpulan air yang sangat luas di permukaan bumi yang memisahkan maupun menghubungkan suatu benua ataupun pulau dengan benua atau pulau lainnya. Laut yang sangat luas disebut samudera. Jadi, dapat dikatakan laut merupakan bagian dari samudera.
1.    Laut menurut cara terjadinya di bagi menjadi 3 macam yaitu:
a.    Laut transgresi (laut yang meluas)
b.    Laut ingersi adalah laut yang terjadi karena penurunan tanah didasar laut
c.    Laut regresi adalah laut yang menyempit
2.    Laut menurut letaknya dibedakan menjadi 3 macam yaitu:
a.    Laut tepi (laut pinggir) adalah laut yang terletak ditepi benua (kontinen) dan solah – olah terpisah dengan samudera luas oleh daratan pulau – pulau atau jazirah
b.    Laut pertengahan adalah laut yang terletak diantara benua – benua
c.    Laut dalam adalah laut – laut yang hampir semua dikelilingi oleh daratan
3.    Laut menurut kedalamannya dibedakan menjadi 4 zona yaitu:
a.    Zona lithoral adalah wilayah pesisir atau pantai, atau shore
b.    Zona neritic (wilayah laut dangkal) adalah dari wilaah pasang surut hingga kedalaman 150 m
c.    Zona bathyal (wilayah laut dalam) adalah wilayah laut yang memiliki kedalaman antara 150 m – 1800 m
d.    Zona abyssal (wilayah laut yang sangat dalam) adalah wilayah laut yang memiliki kedalaman lebih dari 1800 m

Contoh laut yang berada di Indonesia adalah
Laut Bali


Peta lokasi Laut Bali yang berada di utara pulau Bali.
a.    Laut Bali
Laut bali adalah laut yang terletak di sebelah utara Pulau Bali. Sebelah utara Laut Bali terdapat Kepulauan Kangean, yang termasuk wilayah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Kota di pulau bali yang menghadap laut bali adalah singaraja, sedangkan objek wisata berada dekat laut bali adalah Pantai Lovina yang terkenal akan atraksi lumba-lumbanya.
b.    Laut Banda
Laut Banda adalah sebuah laut yang terletak di Kepulauan Maluku, Indonesia. Laut berukuran 500x1.000 km ini terpisah dari Samudra Pasifik oleh beratus-ratus pulau, serta Laut Halmahera dan Seram.
Pulau-pulau yang berbatasan dengan Laut Banda antara lain: Sulawesi di sebelah barat, Buru, Ambon, Seram,kepulauan Kai, Kepulauan Aru, Kepulauan Tanimbar, Kepulauan Barat Daya, dan Timor. Di sisi ujung laut ini terdapat banyak pulau berbatu, berbeda dengan di bagian tengahnya. Kepulauan Banda terletak di tengah laut ini.





Laut Flores


Lokasi Laut Flores.
Untuk kegunaan lain dari Flores, lihat Flores (disambiguasi).
c.    Laut Flores
Laut Flores adalah laut yang terdapat di sebelah utara Pulau Flores. Laut ini juga menjadi batas alami antara Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan Provinsi Sulawesi Selatan. Di sebelah utara Laut Flores terdapat gugusan pulau-pulau kecil, diantaranya Kepulauan Bonerate dan Pulau Kalaotoa. Laut Flores memiliki kedalaman hingga 5.123 meter. Laut Flores mencakup 93.000 mil persegi (240.000 km²) air di Indonesia. Laut Flores dari dinamai Pulau Flores.
Laut Jawa


Laut Jawa
d.    Laut Jawa
Laut Jawa adalah perairan dangkal dengan luas kira-kira 310.000 km2 di antara Pulau Kalimantan, Jawa, Sumatera, dan Sulawesi di gugusan kepulauan Indonesia. Laut ini relatif muda, terbentuk pada Zaman Es terakhir (sekitar 12.000 tahun Sebelum Masehi) ketika dua sistem sungai bersatu. Di barat lautnya, Selat Karimata yang menghubungkannya dengan Laut China Selatan. Di bagian barat daya, laut ini terhubung ke samudra Indonesia melalui selat Sunda. Pada masa lalu, Selat Karimata dan Laut Jawa ini dikenal pula sebagai Laut Sunda.


Laut Halmahera


Lokasi Laut Halmahera di Asia Tenggara
e.    Laut Halmahera
Laut Halmahera adalah laut yang terletak timur bagian tengah Laut Mediterania Australia. Pusat laut ini terletak di 1°S dan 129°E dan berbatasan dengan Samudra Pasifik di utara, Pulau Halmahera di barat, Waigeo dan Irian Jaya di timur, serta Laut Seram di selatan. Laut Halmahera menutupi sekitar 95.000 km dan topografinya memisahkan basin dan pegunungan, yang mana Basin Halmahera mencapai kedalaman 2.039 m.
Laut Seram


Letak Laut Seram di Asia Tenggara
f.    Laut Seram
Laut seram adalah salah satu dari beberapa laut kecil di kepulauan Indonesia. Laut ini merupakan bagian dari Samudra Pasifik dengan luas kira-kira 12.000 kilometer persegi terletak di antara Buru dan Seram. Laut Seram juga merupakan habitat untuk beberapa jenis goby tropis dan ikan lain. Seperti banyak laut kecil yang lain di Indonesia, laut ini berbatu dan memiliki aktivitas tektonik yang sangat aktif.
Laut Maluku

Lokasi Laut Maluku di Asia Tenggara
g.    Laut Maluku
Laut maluku terletak di barat Samudra Pasifik yang terletak di dekat Provinsi Maluku, Indonesia. Laut ini membatasi Laut Sulawesi di utara dan Laut Banda di selatan. Pulau pulau yang membatasi laut ini adalah kepulauan Indonesia seperti Halmahera, Seram, Buru, dan Sulawesi (Celebes).

h.    Laut Sulawesi
Laut sulawesi di barat Samudra Pasifik dibatasi oleh Kepulauan Sulu, Laut Sulu, dan Pulau Mindanao, Filipina, di utara, di timur oleh rantai Kepulauan Sangihe, di selatan oleh Sulawesi, dan di barat oleh Kalimantan, Indonesia . Laut ini berbentuk basin besar, dan kedalamnya mencapai 6.200 m. Memanjang 420 mil (675 km) utara-selatan dengan 520 mil (837 km) timur-barat dan wilayah permukaan totalnya 110.000 mil persegi (280.000 km persegi). Laut ini membuka ke barat daya melalui Selat Makassar ke Laut Jawa.
i.    Laut Sawu
Laut sawu adalah laut yang terdapat di antara Pulau Sumba, Pulau Sawu, Pulau Rote, Pulau Timor, dan Pulau Flores.
Secara administratif, Laut Sawu termasuk wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur. Laut Sawu memiliki kedalaman hingga 3.497 meter dan mencakup area seluas sekitar 3,5 juta hektare.

Daftar Nama Laut di Indonesia
a.    Laut Arafuru berada disebelah selatan kepulauan Aru
b.    Laut Banda berada di sebelah selatan pulau Seram
c.    Laut Flores berada di sebelah utara Pulau Flores
d.    Laut Jawa berada disebelah Pulau Jawa
e.    Laut Maluku berada di sebelah barat Pulau Halmahera
f.    Laut Sawu berada dibelah selatan pulau flores
g.    Laut Seram berada di sebelah utara pulau seram
h.    Laut Sulawesi berada di sebelah utara pulau sulawesi
i.    Laut Timor berada disebelah timur Pulau Timor

Samudera yang berada di Indonesia adalah:
a.    Samudera Hindia


Area
•    total: 68.556 juta km
Samudra Hindia, Samudra Indonesia atau Samudra India adalah kumpulan air terbesar ketiga di dunia, meliputi sekitar 20% permukaan air Bumi. Di utara dibatasi oleh selatan Asia; di barat oleh Jazirah Arabia dan Afrika; di timur oleh Semenanjung Malaya, Sumatera, Jawa, Kepulauan Sunda Kecil, dan Australia; di selatan oleh Antartika. Samudra ini dipisahkan dengan Samudra Atlantik oleh 20° timur meridian, dan dengan Samudra Pasifik oleh 147° timur meridian. Samudra Hindia atau Samudra India adalah satu-satunya samudra yang menggunakan nama negara yaitu India[1].
•    lautan: termasuk Laut Andaman, Laut Arab, Teluk Bengal, Great Australian Bight, Teluk Aden, Teluk Oman, Saluran Mozambique, Teluk Persia, Laut Merah, Selat Malaka, dan sebagainya.
Panjang Pantai: 66.526 km
Titik ketinggian:
•    titik terdalam: Palung Jawa -7.258 m
•    titik terdangkal: permukaan laut 0 m
b.    Samudera Pasifik



Samudera dilihat dari pesisir Chili









Samudra Pasifik atau Lautan Teduh (dari bahasa spanyol Pacifico, artinya tenang) adalah kumpulan air terbesar di dunia. Ia mencakup kira-kira sepertiga permukaan Bumi, dengan luas sebesar 179,7 juta km² (69,4 juta mi²). Panjangnya sekitar 15.500 km (9.600 mi) dari Laut Bering di Arktik hingga batasan es di Laut Ross di Antartika di selatan. Samudra Pasifik mencapai lebar timur-barat terbesarnya pada sekitar 5 derajat U garis lintang, di mana ia terbentang sekitar 19.800 km (12.300 mi) dari Indonesia hingga pesisir Kolombia. Batas sebelah barat samudra ini biasanya diletakkan di Selat Malaka. Titik terendah permukaan Bumi—Palung Mariana—berada di Samudra Pasifik. Samudra ini terletak di antara Asia dan Australia di sebelah barat, Amerika di sebelah timur, Antartika di sebelah selatan dan Samudra Arktik di sebelah utara.

Samudra Pasifik berisi sekitar 25.000 kepulauan (lebih dari jumlah kepulauan yang berada di lautan dunia lainnya jika digabung), yang mayoritas terletak di selatan khatulistiwa. (Lihat: Kepulauan Pasifik.)
Di batasan ireguler Samudra Pasifik terdapat banyak lautan, yang terbesar adalah Laut Sulawesi, Laut Koral, Laut China Timur, Laut Jepang, Laut China Selatan, Laut Sulu, Laut Tasman dan Laut Kuning. Selat Malaka menghubungkan Samudra Pasifik dengan Samudra Hindia di sebelah barat, dan Selat Magelhaens menghubungkan Samudra Pasifik dengan Samudra Atlantik di sebelah timur.
Penjelajah Portugis Fernando de Magelhaens adalah orang yang menamakan Samudra Pasifik. Untuk sebagian besar perjalanannya dari Selat Magelhaens menuju Filipina, Magellan memang merasakan ketenangan lautan tersebut. Tetapi, Samudra Pasifik tidaklah selalu tenang. Di mana Samudra Atlantik melebar, Samudra Pasifik menciut. Hal ini menyebabkan banyak terjadinya gempa bumi. Banyak angin puyuh dan badai yang merusak pulau-pulau di bagian Pasifik dan tanah di sekitar Pasifik dipenuhi gunung berapi dan sering diguncang gempa bumi. Tsunami, yang disebabkan oleh gempa bumi di dasar laut, telah menghancurkan banyak pulau dan menghapuskan seluruh kota.
Dasar samudra
Titik tertinggi dan terendah
•    titik terendah: -10.924 m (-35.840 kaki). di dasar Palung Mariana
•    titik tertinggi: permukaan laut 0 m
Ciri khas perairan Pasifik
•    merupakan samudera terluas di dunia
•    dasar samuderanya merupakan pusat gempa bagi Jepang dan pantai barat benua Amerika
•    banyak terdapat gunung-gunung laut
•    terdapat arus panas kurosyiwo (黒潮 「くろしお」) dan arus dingin oyashio (親潮 「おやしお」)
•    terdapat gejala iklim global yaitu el nino dan la nina
Cuaca
Di samudera Pasifik sering terjadi badai karena merupakan pusat badai tropis
Geologi
Samudera ini merupakan daerah divergensi lempeng samudera bergerak saling menjauh.
Benua
Sejarah dan ekonomi
Vasco Nunez de Balboa adalah orang Spanyol yang menemukan dan sekaligus memberi nama samudra ini.

2.4.    Jenis – Jenis Air
Air adalah sumber kehidupan yang tidak dapat tergantikan oleh apa pun juga. Tanpa air manusia, hewan, dan tumbuhan tidak akan dapat bertahan hidup.
    Air dimuka bumi ini digolongkan dalam 2 macam yaitu:
1.    Air Tanah
     Air tanah adalah air yang berada didalam permukaan tanah. Air tanah dapat kita bagi lagi menjadi 2 yaitu:
a.    Air Tanah Preatis
Air tanah preatis adalah air yang berada tidak jauh dari permukaan tanah serta berada dilapisan kedap air/ impermeable
b.    Air Tanah Artesis
Air tanah artesis adalah air tanah yang letaknya sangat jauh didalam tanah serta berada diantara lapisan kedap air.
2.    Air Permukaan
Air permukaan adalah air yang berada di permukaan dan dapat dilihat dengan mudah oleh tanah. seperti sungai, danau, rawa,dll
Air permukaan dapatdibedakan menjadi 2 yaitu:
a.    Perairan Darat
Perairan darat adalah air yang berada diatas permukaan daratan seperti sungai, danau dll
b.    Perairan Laut
Perairan laut adalah air yang berada di laut luas, seperti laut yang berada di laut.
2.5.    Wilayah Perabatasan Perairan Indonesia
Peta WIlayah dan Yurisdiksi Nasional Republik Indonesia
Indonesia memiliki luas laut 7.900.000 km2, empat kali dari luas daratannya. Wilayah ini meliputi laut Teritorial, Laut Nusantara, dan Zone Ekonomi Ekslusif. Melalui Deklarasi Juanda tanggal 13 Desember 1957, dilahirkan Wawasan Nusantara yaitu cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan bentuk geografinya berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Dalam deklarasi ini ditentukan bahwa batas perairan wilayah Indonesia adalah 12 mil laut dari garis dasar pantai sampai titik terluar.
Garis dasar pantai adalah garis pantai rata-rata pada keadaan pasang surut
2.6.    Manfaat Perairan
1.    Manfaat Perairan Darat:
a)    Sungai sebagai mata pencaharian seperti pertambangan pasir atau batu
b)    Danau sebagai mata pencaharian nelayan dan sebagai tempat wisata
2.    Manfaat Perairan Laut
a)    Sebagai pertambangan garam
b)    Sebagai tempat nelayan mencari ikan
c)    Sebagai jalur untuk kepulauan atau negara lain melalui jalur laut

BAB III
PENUTUP
3.1.    Kesimpulan
Perairan di bagi menjadi 2 macam yaitu perairan darat dan perairan laut. Di Indonesia perairan laut nya sangat luas dan Indonesia mempunyai banyak laut seperti laut arafuru, laut jawa dan masih banyak lagi. Sedangkan perairan darat di Indonesia sperti empang, sungai Bengawan solo, danau Toba dll. Jenis air di muka bumi di bedakan menjadi 2 macam yaitu air tanah yang berada di bawah tanah dan air permukaan yang berada di atas daratan. Indonesia memiliki luas laut sekitar 7.900.000 km2 wilayah laut Indonesia terbagi atas laut Teritorial, laut Nusantara, dan Zona Ekonomi Eksklusif. Perairan juga seperti untuk mata pencaharian.
3.2.    Saran
Semua perairan di Indonesia harus selalu di pelihara dan dijaga seperti ketika ke pantai jangan buang sampah sembarangan dan jangan membuang sampah di sungai jika kita terlalu sering membuang sampah di sungai itu sama saja seperti kita mengundang banjir.

KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah SWT yang telah melimpahkan berbagai karunia dan kasih sayangnya kepada kitasemua terutama kepada kelompok kami sehingga dapat menyelesaikan makalah ini dangan lancar.
Makalah ini berjudul Perairan Di Indonesia yang Alhamdulillah makalah ini telah selesai dibuat dengan sebaik – baiknya dengan bantuan dan bimbingan dari guru kami. Makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, masih banyak kekurangan oleh karena itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran, agar makalah ini dapat lebih baik.
Kami sampaikan terimakasih yang sebesar – besarnya kepada rekan – rekan dan guru pembimbing kami yang telah membantu menyelesaikan makalah ini, semoga bantuannya menjadi amal baik yang mendapat balasan dari Allah SWT. Dan kami mohon maaf yang sebesar – besarnya jika makalah ini banyak kekurangannya. Dan kami berharap agar makalah ini mempunyai banyak manfaat untuk semuanya








                                Cirebon, Mei 2012


                                    Penulis
                                      Kelompok 2


   































BAB III
METODOLOGI
   
3.1      Metode yang digunakan
Pengumpulan data dilakukan melalui tiga cara:
1.    Studi Kepustakaan (Library research) yaitu teknik menganalisa data dari buku-buku, teks, laporan-laporan dan literatur-literatur yang berhubungan dengan pembuatan Makalah. Hal ini dilakukan atas dasar bahwa peneliti  memiliki banyak keterbatasan ilmu pendidikan dan pengalaman.
2.    Studi Lapangan (Field Research) yaitu teknik pengumpulan data dengan melakukan pengamatan pada objek yang telah menjadi fokus  pembuatan Makalah yang  berupa:
1)    Pengamatan (observation) yaitu teknik pengumpulan data dengan participant observation yaitu pengumpulan data dengan melakukan pengamatan serta pencatatan langsung pada objek yang menjadi fokus pembuatan makalah dengan keikutsertaan penulis dalam melakukan kegiatan.
2)    Wawancara (Interview) yaitu teknik pengumpulan data dengan melakukan wawancara langsung atau melalui tanya jawab langsung dengan pihak terkait guna memperoleh data yang diperlukan.

3.2    Sumber Data
Data yang digunakan merupakan data yang penulis dapatkan dari:
1.    Sumber dari internet.
2.    Buku-buku,Koran  yaitu sebagai referensi penelitian. Data yang digunakan adalah data yang behubungan dengan objek penelitian.

                         

BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
4.1    Kesimpulan

         Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan mengenai Kampung Inggris Pare, dapat disimpulkan bahwa :
1.    Secara keseluruhan pelaksanaan Pembelajaran Bahasa Inggris telah berjalan dengan baik, sehingga banyak sekolah mempercayakan proses pembelajaran Bahasa inggris di Pare.
2.    Segala sesuatunya akan bisa dicapai bila sering dilakukan, contohnya mempraktikan bahasa inggris dalam kehidupan sehari-hari.


4.2    Saran

     Dari hasil penelitian yang dilakukan penulis pada GENTA Course  Pare, Kediri, maka penulis memberikan saran sebagai bahan masukan bagi GENTA Course  Pare, yaitu pelaksanaan Pembelajaran Bahasa Inggris  selama ini prosedur-prosedur yang ada telah dilakukan dengan sangat baik sehingga perlu dipertahankan dan ditingkatkan lagi demi tercapainya visi dan misi GENTA Course.







DAFTAR PUSTAKA

1.    Wikipedia Indonesia
2.    www.google.com’
3.    www.KampungInggrispare.co.id
4.    Departemen Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia













Tidak ada komentar:

Posting Komentar