MAKALAH SOSIOLOGI
KAMPUNG INGGRIS PARE
Diajukan untuk Memenuhi Tugas
Mata Pelajaran
Sosiologi
Disusun oleh :
Hilmi Lutfi
X Full Day 1
MADRASAN ALIYAH NEGERI (MAN)
BABAKAN CIWARINGIN
CIREBON
2012
KATA PENGANTAR
Assalamu'alaikum Wr.Wb.
Alhamdulilah dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul “KAMPUNG INGGRIS PARE” Diajukan untuk melengkapi salah satu tugas Mata Pelajaran Sosiologi. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa di dalam penyusunan makalah ini masih jauh dari sempurna, hal tersebut mengingat sangat terbatasnya pengetahuan yang dimiliki penulis. Untuk itu segala saran dan kritik yang sifatnya membangun akan penulis terima dengan senang hati, sehingga benar-benar dapat memenuhi harapan ilmu pengetahuan pada umumnya dan ilmu hukum pada khususnya.
Pada kesempatan ini penulis menghaturkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada yang terhormat :
1. Ayahanda dan Ibunda tercinta yang membesarkan dan mendidik ananda dengan disiplin keagamaan serta kasih sayang dan telah memberikan yang terbaik kepadaku.
2. Bapak Drs. H. Lukman Al Hakim, M.Pd. selaku Kepala MAN Babakan Ciwaringin Cirebon.
3. Bapak Kasim Ali Alimin, S.Pd., selaku Koordinator Program Unggulan Full Day Class, yang telah menyelenggarakan pembelajaran bahasa inggris di Pare, Kediri.
4. Bapak Dadan Daud ,S.Pd. selaku Pembimbing pembuatan makalah ini.
5. Semua Guru-guru yang telah memberikan ilmu, petunjuk dan bimbingannya selama ini.
6. Staf dan Karyawan MAN Babakan Ciwaringin Cirebon.
7. Rekan-rekan dan semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu yang telah memberikan bantuan baik moril maupun materil sehingga penulis dapat menyelesaikan pembuatan skripsi ini.
Penulis menyadari sebagai manusia tidak luput dari kekurangan dan keterbatasan dalam pembuatan skripsi ini, oleh karena itu kritik dan saran akan diterima dengan lapang dada untuk perbaikannya. Akhirnya penulis berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi semua pihak.
Wassalamu'alaikum Wr.Wb.
Majalengka , Mei 2012
Penulis
Hilmi Lutfi
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR 1
DAFTAR ISI 2
BAB I PENDAHULUAN 3
1.1 Latar Belakang 3 1.2 Tujuan Pembahasan 3
1.3 Rumusan Masalah 3
1.4 Manfaat Penelitian 3
BAB II LANDASAN TEORI………………………………………………………4
2.1 Sejarah Kampung Inggris Pare 4 2.2 Seputar Pare 5
BAB III METODOLOGI 7
3.1 Metode yang digunakan 7
3.2 Sumber Data 7
3.3 Waktu dan Tempat Penelitian 7
BAB IV PENUTUP 8
4.1 Kesimpulan 8
4.2 Saran 8
DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………................9
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Kebutuhan masyarakat akan Bahasa semakin meningkat, karena bahasa memegang peranan penting dalam mobilitas penduduk. Dengan adanya bahasa , khususnya bahasa inggris akan mempermudah masyarakat untuk lebih cepat dan lebih nyaman dalam melakukan aktivitasnya, misalnya dalam hubungan Internasionl.
Semakin banyaknya manusia yang menguasai banyak bahasa, maka persaingan bisnis pun semakin ketat. Dengan ketatnya persaingan tersebut, mendorong seseorang untuk mempelajari bahasa. Setiap orang pasti berusaha untuk mencapai tujuan utamanya, yaitu memperoleh ilmu dan kesuksesan, .
Untuk mengetahui lebih jauh mengenai kampung bahasa yang terkenal di indonesia, maka penulis mengambil judul “Kampung Inggris Pare” pada Makalah ini.
1.2 Tujuan Pembahasan
1.2.1 Untuk mengetahui tentang sejarah Kampung Inggris Pare.
1.2.2 Untuk mengetahui semua yang ada di Kampung inggris Pare.
1.3 Rumusan Masalah
Adapun permasalahan yang kami hadapi, antara lain :
1.3.1 Kapan berdirinya kampung inggris pare ?
1.3.2 Apa saja yang ada di kampung inggris pare ?
1.4 Manfaat Penelitian
1.4.1 Untuk mengetahui seberapa banyak kursusan yang ada si kampung inggris pare.
1.4.2 Untuk mengetahui Macan-macam bahasa yang dipelajari di pare.
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Kampung Inggris Pare
Pada tahun 1971 Pak Kalend belajar di Pondok Pesantren Modern Darusssalam, Gontor, Ponorogo.
Mr. Kalend Di Gontor tidak sampai lulus hanya mengenyam pendidikan
hingga kelas lima Kuliatul Muallimin Al Islamiyah (setara kelas dua SMA). Padahal saat itu usia Pak Kalend sekitar 31 tahun.
Sekitar tahun 1976, Pak Kalend datang ke Dusun Singgahan untuk belajar berguru kepada KH. Ahmad Yazid, tokoh agama setempat sekaligus pengasuh masjid dan Pondok Darul Falah. Kiai Yazid juga dikenal menguasai sembilan bahasa asing selain pengetahuan agama yang luas.
Sebenarnya Pak Kalend tidak sengaja memulai mengajar bahasa inggris. Saat itu ada dua mahasiswa semester akhir IAIN Sunan Ampel, Surabaya yang datang ke Pare untuk berguru bahasa inggris kepada Kiai Yazid. Kedua mahasiswa itu akan menjalani ujian akhir bahasa Inggris di kampusnya untuk mendapatkan gelar sarjana. Namun saat itu Kiai Yazid sedang keluar daerah, padahal ujian akhir tinggal lima hari lagi.
Akhirnya istri Kiai Yazid menyarankan mahasiswa tersebut untuk belajar bahasa Inggris kepada Pak Kalend. Pak Kalend pun memberanikan diri untuk mengajar dua mahasiswa itu, walau dia belum pernah mengenyam bangku kuliah. Akhirnya keduanya belajar bahasa Inggris bersama Kalend di Masjid Darul Falah selama lima hari untuk membahas 350 soal yang menjadi acuan untuk ujian bahasa Inggris dua mahasiswa itu.
Berbekal pelajaran dari Pak Kalend, kedua mahasiswa itu lulus dan menyandang gelar sarjana. Setelah ujian di IAIN Sunan Ampel Surabaya, kedua mahasiswa tersebut kembali berguru kepada Pak Kalend. Kisah sukses kedua mahasiswa itu lantas menyebar dari mulut ke mulut. Sejak saat itu banyak santri yang berguru kepada Pak Kalend. Akhirnya Pak Kalend mendirikan lembaga kursus yang diberi nama BEC,yang pada awalnya juga masih di serambi masjid. Pesertanya pun hanya remaja sekitar dan tanpa biaya.
Setelah BEC berdiri dan masyarakat luas mengetahui kampung inggris, bermunculan lembaga kursus lainnya yang berdampak positif bagi masyarakat sekitarnya. Secara tidak langsung, penduduk sekitar sangat merasakan manfaat dari sisi ekonomi. Awalnya penduduk sekitar bermata pencaharian sebagai petani, sekarang penduduk dapat membuka usaha lain seperti rumah kos, warung, warnet, toko, counter handphone, fotokopi dan sebagainya.
Selain dari segi ekonomi dampak positif lainnya adalah tingkat pendidikan masyarakat makin tinggi, pengetahuan bahasa masyarakat secara tidak langsung juga bertambah.
2.2 Seputar Pare
Pare, adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Kediri, Provinsi Jawa Timur.Pare terletak 25 km sebelah timur laut Kota Kediri, atau 120 km barat daya Kota Surabaya. Pare berada pada jalur Kediri-Malang dan jalur Jombang-Kediri serta Jombang - Blitar. Sudah lama ada wacana Pare dikembangkan menjadi ibu kota Kabupaten Kediri, yang secara berangsur-angsur dipindahkan dari Kota Kediri. Namun niat ini tidak pernah serius dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten atau para Bupati yang menjabat. (mulai era Bupati H. Sutrisno, Wacana tersebut akhirnya benar-benar dibatalkan, karena akan mendapatkan protes dari warga di sebagian wilayah Kabupaten Kediri, terutama di daerah selatan-seperti Kras, Ngadiluwih, Kandat dan Ringinrejo dan di daerah barat sungai Brantas-seperti tarokan, Grogrol, Banyakan, semen dan Mojo. Sehingga diambil jalan tengah dengan menempatkan Pusat pemerintahan di wilayah Kec. Ngasem Kediri, tepatnya di Ds. Sukorejo (biasa disebut Katang) dan akan juga dibangun Pusat Kota Pare yang berada pada ketinggian 125 meter di atas permukaan laut ini mempunyai udara yang tidak terlalu panas. Berbagai jenis jajanan dan makanan enak dan higinis dengan harga "kampung" dapat dijumpai dengan mudah di kota kecil ini. Berbagai infrastruktur dan fasilitas kehidupan kota juga dengan mudah dapat dijumpai: hotel, rumah sakit (yang besar HVA dan RSUD rumah bersalin yang lengkap pun juga ada), ATM bersama, warnet 24 jam ber-AC, masjid, dan lain sebagainya.
Pare merupakan kota adipura. Sekolah-sekolah favorit banyak berdiri di kota pare ini dari tingkat TK sampai dengan SMA. Seperti SMP Negeri 2 Pare yang merupakan sekolah bertaraf internasional. Pada tangkat SMA terdapat SMA Negeri 1 Pare dan SMA Negeri 2 Pare yang merupakan SMA kelas Internasional, dan juga ada MA Negeri Krecek.
Pare memiliki tanah yang subur bekas letusan gunung Kelud dan tidak pernah mengalami kekeringan. Produk agraria andalan dari Pare adalah bawang merah, biji mente dan blinjo. Sedangkan oleh-oleh khas dari Pare antara lain adalah tahu kuning dan gethuk pisang. Di Pare sudah lama bermunculan industri menengah bertaraf internasional, seperti industri plywood dan pengembangan bibit-bibit pertanian. Tempat-tempat rekreasi pun telah ada semenjak tahun 1970-an meskipun sederhana, seperti Pemandian "Canda-Bhirawa" Corah dan alun-alun "Ringin Budo"serta sentra ikan hias di dsn Surowono Desa Canggu.
Pare terutama Desa Pelem dan Tulungrejo juga dikenal mempunyai potensi pengembangan kursus Bahasa Inggris. Saat ini lebih banyak bermunculan berbagai jenis bimbingan belajar terutama kursus-kursus Bahasa Inggris. Lebih dari 20 buah lembaga bimbingan belajar menawarkan kursus Bahasa Inggris dengan program program D2, D1 atau short course untuk mengisi waktu liburan. Dalam hal ini, kota Pare sebagai pusat belajar Bahasa Inggris yang murah, efisien dan efektif sudah terkenal hingga keluar Pulau Jawa. Sebagai efek ikutannya, di daerah Tulungrejo sekarang muncul berbagai jenis tempat penginapan dan kost yang menampung para pelajar dan maupun pekerja. Tarif kos per orang bervariasi dari 50 ribu hingga 200 rb per bulan.
Kecamatan Pare menjadi terkenal di seluruh dunia karena di sinilah antropolog kaliber dunia, Clifford Geertz - yang saat itu masih menjadi mahasiswa doktoral - melakukan penelitian lapangannya yang kemudian ditulisnya sebagai sebuah buku yang berjudul The Religion of Java. Dalam buku tersebut Geertz menyamarkan Pare dengan nama "Mojokuto". Di Pare, antropolog ini sering berdiskusi dan berkonsultasi dengan Bapak S. Sunuprawiro (alm), waktu itu menjadi wartawan Jawa Pos. Pak Sunu merupakan salah satu narasumber yang membantu antropolog tersebut dalam menyelesaikan bukunya.
Pare termasuk kota lama. Ini terbukti dari keberadaan candi dan gua ,tidak jauh dari pusat kota, yakni Candi Surowono Dan Gua Surowono .
Kedua peninggalan ini membuktikan bahwa Pare telah lahir ratusan tahun lalu. Hanya sampai sekarang belum diketahui dengan pasti kapan kota Pare berdiri dan siapa pendirinya.
BAB III
METODOLOGI
3.1 Metode yang digunakan
Pengumpulan data dilakukan melalui tiga cara:
1. Studi Kepustakaan (Library research) yaitu teknik menganalisa data dari buku-buku, teks, laporan-laporan dan literatur-literatur yang berhubungan dengan pembuatan Makalah. Hal ini dilakukan atas dasar bahwa peneliti memiliki banyak keterbatasan ilmu pendidikan dan pengalaman.
2. Studi Lapangan (Field Research) yaitu teknik pengumpulan data dengan melakukan pengamatan pada objek yang telah menjadi fokus pembuatan Makalah yang berupa:
1) Pengamatan (observation) yaitu teknik pengumpulan data dengan participant observation yaitu pengumpulan data dengan melakukan pengamatan serta pencatatan langsung pada objek yang menjadi fokus pembuatan makalah dengan keikutsertaan penulis dalam melakukan kegiatan.
2) Wawancara (Interview) yaitu teknik pengumpulan data dengan melakukan wawancara langsung atau melalui tanya jawab langsung dengan pihak terkait guna memperoleh data yang diperlukan.
3.2 Sumber Data
Data yang digunakan merupakan data yang penulis dapatkan dari:
1. Kursusan yang bersangkutan.
2. Buku-buku,Koran , internet yaitu sebagai referensi penelitian. Data yang digunakan adalah data yang behubungan dengan objek penelitian.
3.3 Lokasi dan Waktu Penelitian Kampung Inggris Pare
Pembelajaran Bahasa inggris ini dilaksanakan di desa tulung rejo Pare, Kediri, Jawa Timur, dari bulan April 2012 sampai dengan bulan Mei 2012.
BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
4.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan mengenai Kampung Inggris Pare, dapat disimpulkan bahwa :
1. Secara keseluruhan pelaksanaan Pembelajaran Bahasa Inggris telah berjalan dengan baik, sehingga banyak sekolah mempercayakan proses pembelajaran Bahasa inggris di Pare.
2. Segala sesuatunya akan bisa dicapai bila sering dilakukan, contohnya mempraktikan bahasa inggris dalam kehidupan sehari-hari.
4.2 Saran
Dari hasil penelitian yang dilakukan penulis di Pare, Kediri. Maka penulis memberikan saran sebagai bahan masukan untuk kampung Pare, yaitu Sebaiknya yang unggul dalam bahasa bukan hanya orang luar yang belajar ke pare, tapipelaksanaan Pembelajaran Bahasa Inggris selama ini prosedur-prosedur yang ada telah dilakukan dengan sangat baik sehingga perlu dipertahankan dan ditingkatkan lagi demi tercapainya visi dan misi .
DAFTAR PUSTAKA
1. Wikipedia Indonesia
2. www.google.com’
3. www.KampungInggrispare.co.id
4. Koran Jawa pos
Tidak ada komentar:
Posting Komentar